Agen Bola

Raheem Sterling Sebagai Pemain Pesepakbola Inggris Termahal

Bolaviking.com –  Transfer Raheem Sterling ke Manchester City merupakan transfer yang paling panas musim ini. Setelah drama perpanjangan kontrak dengan Liverpool yang berlarut-larut, Sterling akhirnya berlabuh di Manchester City.

Harga Sterling tidak murah untuk pemain yang masih berusia 20 tahun dan belum tampil 100 kali di Premier League. Namun, Manuel Pellegrini tentu tahu betul siapa yang dia beli. Ya, Sterling memang pemain yang paling mereka butuhkan musim depan untuk mengisi pos wing kiri yang selama ini di tempati Silva. Bisa dibilang, Sterling adalah obat untuk City bila dia tampil seperti yang diharapkan.

Karier

Sterling bukan asli produk Liverpool. Dia memulai karier sepak bolanya bersama Queen Park Rangers, saat itu usianya masih delapan tahun. Dia menghabiskan tujuh tahun bersama tim muda QPR dan kemudian hijrah ke Liverpool pada tahun 2010. Di Liverpool, tidak perlu menunggu lama. Dua tahun bermain bersama tim muda sudah cukup baginya untuk naik ke tim senior. Tidak tanggung-tanggung, dia pun langsung menjadi pemain utama sejak musim 2012-2013. Salah satu faktornya adalah, Liverpool memang minim di lini depan sehingga pemain muda seperti Sterling bisa tampil reguler.

Sama seperti kariernya di Liverpool, di timnas Inggris Sterling juga cepat naik level. Satu tahun di U-16, U-17, U-19. Sekarang, dia juga masih bermain di U-21 dan timnas Senior. Bagaimana klub sebesar City tidak tertarik dengan pemain paling berbakat Inggris ini. Penampilannya di timnas Inggris juga tidak mengecewakan dan dia selalu jadi pilihan utama Roy Hodgson.

Liverpool

Rafael Benitez adalah manajer yang membawa Sterling ke Liverpool dari QPR pada tahun 2010. Sterling kemudian tampil menonjol di tim muda Liverpool. Yang paling diingat mungkin adalah ketika dia mencetak lima gol saat Liverpool II menang 9-0 melawan Southend United. Karena dianggap sudah memenuhi syarat, pada tanggal 2012 Sterling membuat debutnya bersama tim senior Liverpool sebagai pemain pengganti melawan Wigan Athletic, saat itu usianya masin 17 tahun 107 hari. Itu membuatnya menjadi pemain muda ketiga Liverpool yang bermain di Premier League.

Musim lalu Sterling mungkin tampil tidak terlalu menonjol. Walau begitu, secara keseluruhan Sterling-lah pemain Liverpool yang paling tampil baik musim lalu. Dia mencetak tujuh gol dan tujuh assist. Berbeda dengan musim lalu, musim terbaik Sterling ketika Luis Suarez masih di Anfield, dia memberikan 5 assist dan mencetak sembilan gol. Aksi Suarez dan Sterling benar-benar mengibur, karena itu banyak yang beranggapan Sterling kesulitan tanpa Suarez.

Belum ada trofi yang dimenangkan Sterling bersama Liverpool. Selama berseragam Liverpool, dia hanya merasakan runner-up Premier League dan FA Cup. Sterling juga baru satu kali merasakan Liga Champions (musim lalu) dan itupun gagal melewati fase grup.

Manchester City

Sterling adalah anugerah bagi Manchester City, masih muda dan pemain yang paling mereka harapkan. Musim lalu, Silva terpaksa di geser menjadi winger kiri karena tidak ada pemain yang bisa memuaskan Pellegrini di posisi ini dan posisinya alaminya (di belakang striker) diambil Frank Lampard. Dengan kepergian Lampard dan kedatangan Sterling, formasi 4-2-3-1 Pellegrini sudah klop. Sterling jadi winger kiri dan Silva kembali ke posisi alaminya yang memang dia bisa tampil hebat di situ. Dengan Sergio Aguero sebagai ujung tombak, Sterling bisa kembali menggila seperti saat bersama Suarez. Seharusnya Sterling bisa menampilkan performa terbaiknya mengingat dia adalah pemain termahal City, 49 juta Poundsterling (skitar Rp 1 triliun). Sebelumnya di pegang Sergio Aguero, 35 juta Poundsteling (sekitar Rp729 miliar).